Profil Kalimantan Timur

Sabtu, 01 Desember 2012

“Media Sosial Sebagai Aspek Dari Globalisasi”




Film dokumenter ini berjudul “Linimas(s)aatau “Timeliner(s) dalam bahasa Inggris. Maksud dari judul tersebut adalah permainan kata antara istilah “linimasa” alias “timeline” yang banyak digunakan dalam media sosial dengan “massa”, yang bisa berarti kelompok, komunitas ataupun masyarakat luas. “Linimas(s)a” menggambarkan kekuatan gerakan sosial publik dalam jaringan offline maupun online, yang saling beresonansi, bersinergi dan menguatkan secara signifikan serta mendeskripsikan pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa. Film dokumenter ini terbagi menjadi 2 edisi yaitu “Linimas(s)a 1” dan “Linimas(s)a 2”
                 “Linimas(s)a  1 “ yang berdurasi 45 menit ini disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Donny B.U. sebagai Produser Eksekutif. Film ini merupakan inisiatif dari ICT Watch dan diproduksi bersama dengan WatchdoC. Hak cipta dan hak distribusi dipegang sepenuhnya oleh ICT Watch.
“Linimas(s)a 1” mengisahkan tentang penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Mulai dari kisah seorang tukang becak yang mempromosikan jasanya melalui Facebook. Lalu berlanjut dengan kisah orang-orang dengan fisik yang tidak sempurna (difabel) yang antusias dalam mempelajari internet, kisah koin Prita yang menggugah empati para pengguna sosial media bahkan Peristiwa Meletusnya Gunung Merapi yang dapat diketahui dengan cepat melalui penggunaan media sosial.
Pendapat saya atas film ini sangat inspiratif dan memberikan contoh bahwa beberapa masyarakat di Indonesia baik di kota maupun di perdesaan  sudah mengenal teknologi informasi dengan menggunakan sarana media sosial untuk memudahkan menawarkan jasa serta mendapatkan informasi terkini yang aktual. walaupun masih perlu ditelusuri kebenaran berita atau informasi yang disebarluaskan  melalui media sosial .
Saya sangat menyarankan film dokumenter “Linimas(s)a 1” ini ditonton dan disaksikan beramai-ramai, karena film dokumenter yang bertema seperti ini sangat masih jarang diproduksi di Indonesia. Film “Linimas(s)a  1” ini menginspirasi dan memotivasi bahwa sebagian masyarakat di Indonesia baik yang berada di perkotaan dan perdesaan sudah tak terhalangi oleh batas-batas daerah dan wilayah karena sudah tersentuh oleh efek globalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar